Showing posts with label artsy. Show all posts
Showing posts with label artsy. Show all posts

19.4.15

GTF - Jakarta House

Georgetown Festival (GTF), sebuah event seni tahunan yang diadakan di Georgetown, Penang, Malaysia. Acara yang amat sangat menyenangkan bagi para penikmat seni, termasuk saya. Bayangkan sebuah kota dipenuhi dengan rangkaian pertunjukkan seni selama satu bulan penuh :D

Langit cerah, restu alam semesta.

Terinspirasi oleh Singapore House (SH) yang sudah tampil lebih dahulu di GTF 2013, kali ini Jakarta juga mau unjuk gigi dengan Jakarta House (JH). Kami tim JH sangat bersyukur karena kali pertama ini banyak kemudahan kami dapatkan, khususnya fasilitas yang diberikan oleh pihak China House (CH), lokasi pop-up shop JH berada selama dua pekan awal. Penginapan yang unik, pekerja di CH yang ringan tangan, suasana kota yang hangat. Dua pekan selanjutnya kami pindah lokasi, masih satu area di CH sih tapi bukan ruangan eksebisi karena harus gantian dengan SH.

China House, galeri sekaligus retail.
Dilengkapi kedai juga lho!

Jakarta House team.




 Barang-barang 'dagangan' saya. Amanah dari kantor :)

Walaupun pameran ini berlangsung selama satu bulan, waktu yang saya punya disana hanya 4 hari untuk persiapan pameran. Dengar-dengar sih banyak turis yang mengincar acara penutupan karena puncak keseruan GTF ada saat itu.

 Semua yang datang ke Georgetown pasti foto-foto seperti ini.

Ada cerita menyenangkan saat makan malam terakhir! Tidak punya arah tujuan, kami berjalan kaki dari penginapan sampai ke tengah kota. Sambil lihat kiri kanan pilih pilih mau makan dimana, akhirnya kami berhenti di Love Lane. Nama jalannya menggoda sekali ya :D Di jalan ini berdirilah Micke's Place (MP). Tempatnya unik karena dinding interiornya penuh dengan coretan tangan para pengunjung.

Everything is good in the end. If it's not good it's not the end :)

 Travel is the only thing you buy that makes you richer!

Saat sedang memesan makanan, saya ditodong paman penjaga MP untuk menggambar bebas. Senang sekali! Sekalian menunggu makanan datang, saya duduk manis dan menggambar ala kadarnya dengan fasilitas pensil warna dari si paman yang saya perhatikan selalu menyapa dan mengajak bicara setiap pengunjung yang datang.

Ini dia gambar tampak depan meja kasir di Micke's Place versi saya

Sekitar dua minggu setelah pulang, paman di MP mengirimkan foto gambar saya yang sudah dibingkai. Agak malu juga karena gambar yang pakai langgam suka-suka dan seadanya itu disandingkan dengan sertifikat Trip Advisor mereka. Kalau teman-teman makan di MP coba dilihat ya apa gambar saya in masih ada atau tidak. Haha!

Gambar Oliver dan Naja kece berat! Gambar saya jadi kaya gambar bocah SD.

GTF

Mengingat banyak sekali dokumentasi perjalanan menumpuk di dalam hard disk, saya luangkan untuk menghapus yang tidak diperlukan dan mengunggah yang dirasa bisa menularkan kebahagiaan.

Georgetown, sebelas dua belas penampilannya dengan Kota Tua Jakarta namun versi lebih penuh warna. Saya berkesempatan ke tempat ini untuk mengikuti acara tahunan Georgetown Festival (GTF) tahun lalu bersama beberapa pekerja seni dari Jakarta. Kami membuat pop-up shop di bawah nama Jakarta House (JH) yang dipelopori Mbak Anthy Hogestijn, pemilik Atreyu Lifestyle. Festival seni ini berlangsung satu bulan penuh dengan titik-titik pertunjukan tersebar di Georgetown. Bayangkan satu kota mendadak ramai pengunjung dan penuh petunjukkan seni selama satu bulan! Tidak ingin pulang!

 Ini dia tempat Tim JH menginap. Strait Collection Residence.
Kulit luarnya mengerikan ya?

Dan.. ini dalamnya! 
Di balik pintu hijau a la warteg tadi langsung kamar tidur (foto kanan)
dan di lantai dua ada satu kamar lagi (foto kiri).

Sebelum cerita lebih jauh soal GTF, tim JH, atau pop-up shop yang kami buat, saya ceritakan sedikit tentang tempat dimana GTF berlangsung. Saya suka sekali dengan detail, otomatis saya tertarik dengan gang-gang sempit, papan nama toko yang lucu, atau hal-hal kecil lainnya di tempat ini.

Georgetown terkenal dengan bermacam signage, plang, tulisan,
apapun itu istilahnya, yang menarik secara visual.

 Toko di dekat penginapan ini menjual kue-kue basah.

Dekorasinya seru!

Saya mampir untuk mencoba kue basah disini. Rasanya mirip dengan kue Indonesia.
Ya namanya juga cita rasa serumpun.

 Yang ini (katanya) tempat gaulnya anak muda: Mugshot.
Tempatnya menyambung dengan toko roti Rainforest.

Sama seperti tempat saya menginap, 
Mugshot ada di dalam tipikal bangunan tua yang 'didandani'.

 Karena saya tidak minum kopi, yoghurt buah kiwi jadi pilihan
untuk menutup sarapan roti isi salmon.

Tipikal kafe mungil dengan tampilan imut ada dimana-mana.
Manusia impulsif dilarang beredar di area ini. Bahaya :D

Namo amitabha. Buddha is everywhere, even (as sticker) on my backseat.
Saya yang sedang belajar Buddhism ini serasa ditemani Buddha disana.

Lorong-lorong yang sarat isi: ada kuil kecil dan bengkel furniture.
Tersesat pun jadi menyenangkan. 

 Bisa tidur siang di perempatan ramai seperti ini merupakan
indikasi bahwa tempat ini nyaman bagi warganya.

Salah satu becak yang 'didandani'. Mejeng sebelum tempur.

Saat itu ada sekelompok wisatawan dengan seragam mencolok.
Sangat menambah kemeriahan kota.

Saya ingat betul keberangkatan saat itu penuh was-was karena tidak lama setelah beli tiket Malaysia Airlines (MA), kecelakaan MA yang kedua kalinya terjadi. Bahkan mayoritas tim JH pilih Air Asia. Ya rencana Tuhan siapa yang tahu, toh saya dapat langit yang cerah dan bulan yang indah selama perjalanan.

Sendirian di perjalanan itu membuat kelima indera jadi super tajam.
Istilahnya adalah sentimentil XD

Kukis gratisan dari MA ini lucu sekali kemasannya.
Bergambar peri hutan (mori=hutan dalam bahasa jepang)
dilengkapi puisi yang.. duh, seperti mantra dari dunia lain!

Cerita mengenai pop-up shop untuk GTF akan saya tampilkan menyusul. Sambil beberes isi hard disk :)

3.6.14

Ke+Sederhana+An

Seringnya, yang direncanakan jauh hari dan masak-masak begitu mudahnya batal. Lucunya, yang tiba-tiba lewat bimsalabim tanpa perlu pikir njelimet, kun fayakun ("jadilah!" lalu jadilah ia). Seperempat abad lebih saya hidup, kejadian sederhana macam ini sering sekali saya alami.

Ya begitulah, tiba-tiba saya ada di Yogya. Pergi main ini karena permintaan teman sekantor yang rindu Yogya, mau cari angin segar (padahal puanaas), coba-coba makanan baru (seringkali makan di tempat lama atau karena kemalaman jadinya malah back to nature: McD), dan jalan-jalan (kenyataannya tidak ada jalan kaki karena naik kendaraan terus). Tapi setiap kedatangan ke sebuah tempat walau bukan untuk yang pertama kalinya pasti menghadirkan sesuatu yang spesial. Jadi di malam terakhir disana, ombak haru sentimentil menerjang saya. Seperti biasa, malam berangin, butuh yang hangat, oke~ waktunya jajan wedang! Saat duduk menanti wedang diracik, ada pemandangan yang membuat dada saya membuncah. Reflek saya bangun dari kursi plastik milik penjual wedang untuk melihat lebih dekat dan mengambil gambar.

Becak penuh ro-man-ti-ka!

I want to love you simply - Sapardi Djoko Damono.

Oh oh siapa yang tidak kenal puisi Aku Ingin milik Sapardi Djoko Damono?! Setidaknya merasa akrab saat mendengar kalimat tadi. Versi alih bahasa di becak itu memang kalimat pertama puisi yang aslinya dalam Bahasa Indonesia: aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Ih~ supir becaknya super gaul pakai versi boso inggris! Angkat topi untuk beliau yang begitu artistik! Sayang supir becaknya sedang tidak di tempat saat itu jadi becaknya saya foto sendirian.

Saya pikir-pikir (sambil menyeruput wedang), penggalan puisi itu memang cocok untuk suasana di Yogya. Juga suasana hati saya. Kesederhanaan selalu membuat saya rindu. Baik itu teman, tempat, ataupun suasana. Well, wise man said simplicity is the key to happiness. Saya setuju :)

27.4.14

Sontekan

Sedikit banyak jadi sebal kalau dapat kerjaan tambahan secara mendadak yang statusnya mendadak pula harus diselesaikan. Otomatis semua yang sudah mengantri di meja 'menepi' demi menuntaskan si dadakan itu. Tapi, tapi, tapi, tapi, kemampuan seseorang yang sesungguhnya justru akan terlihat disaat sedang menghadapi yang namanya cobaan. Sombongnya, padahal cobaannya kelas ecek ecek xp

Jadi di suatu pagi yang tenang, tiba-tiba ada pesan masuk dari ibu bos. 'Besok kita mulai sale dan pameran (Inacraft), buatkan announcement utk di socmed kita ya. Hari ini harus segera di-publish. Saya otw kantor.' APAAA~ Itu jeritan semu di dalam hati kok. Saya yang asli malah diam bengong di depan komputer. Bos saya orangnya eklektik. Seleranya juga. Jadi sering sulit ditebak. Lalu untuk tugas seperti ini saya malas mengeluarkan tenaga dan waktu lebih karena saya tahu ini hanya akan 'dipakai sebentar' sementara pekerjaan saya yang lainnya dengan tidak sabar menunggu untuk dibereskan.

Kalau begini carannya saya buat yang mudah saja dan sebelumnya harus cari inspirasi di google. Layaknya bertemu jodoh dengan cara tak terduga, saya menemukan gambar ini dari di halaman pertama pencarian gambar. O H - O H - A K U - J A T U H - C I N T A !

Sale announcement milik Tomato online Store

Ya sudah, langsung saya simpan gambar itu sebagai sontekan (lebih sering kita dengar dengan sebutan contekan). Saat menyiapkan bahan tulisan untuk isi announcement-nya, datanglah si bos dengan sapaannya, 'gimana? Aku punya ide nih'. Serta merta dia mengeluarkan image-image yang sepertinya dia kumpulkan di perjalanan menuju kantor tadi. Satu kata terlintas sewaktu dia menjelaskan desain yang diinginkan: repot! Terbayang banyaknya komponen yang harus saya buat karena tidak ada di library komputer saya dan betapa buang-buang waktunya karena hanya untuk benda yang sekali pakai! Uwoooh!

Selesai bos bicara panjang lebar, saya tunjukkan 'jodoh' yang saya temukan tadi dengan ide-ide tambahan yang saya punya agar bisa pas dengan tema sale dan pameran yang akan dilaksanakan. Dan seketika juga dia bilang, 'Oh it's nice. Ya sudah ini saja. Nanti langsung kamu kasih ke Rahma (bagian sales marketing) untuk di-publish.' (Sekali lagi) APAAA~ SECEPAT ITU BERUBAH!

Oke baiklah. Saya ucapkan terimakasih kepada google dot com yang telah mempertemukan saya dengan sang sontekan. Lalu kepada Tomato online store yang menjadi bahan sontekan saya. Juga kepada jaringan internet kantor yang mood-nya lagi bagus. Kalian bertiga telah menjadi penyelamat pagi hari saya! Dan ini dia hasilnya, lumayan kan untuk pekerjaan di bawah satu jam ;)



Kantor saya tahun ini sedang fokus di produksi bermacam motif kain. Kainnya itu akan diolah menjadi pillow case, duvet cover, atau home accessories sejenisnya. Nah, dari image motif-motif kain yang saya punya tinggal saya ambil sedikit bagian, jadikan hitam putih, padukan dengan warna orange (warna logo kantor) dan JADILAH! Kemudian untuk announcement Inacraft, karena bos minta untuk dibuat terpisah dan lebih sederhana ya begini saja. Masih saudara dekat dengan kakaknya diatas kan :)


Dengan selesainya huru-hara itu, tenang kembali pagi hari saya. Sontekan (sekalian mengingatkan kepada semua insan bahwa ini adalah kata yang benar menurut KBBI dan EYD, dari kata dasar sontek, bukan contek) memang selalu menjadi penyelamat. Baik dalam artian yang positif seperti kejadian saya ini, maupun negatif seperti saat ujian dulu waktu sekolah. Semoga niat baik saya dalam menyontek ini diterima oleh Tuhan dan alam semesta. Amin!

2.4.14

Lingkaran Tahun

Nature never gives everything at once - Samuel Johnson.

Sekarang ini doa, jampi, dan mantra yang sering saya serukan ke Tuhan cuma soal waktu. Minta waktu yang banyak, minta kesempatan yang banyak. Mau ngapain? Mau melakukan yang belum sempat saya lakukan sebagai wanita single yang bebas. Kesannya mau pergi kawin ya haha. Bukan say, saya cuma mau memanfaatkan paruh kedua kepala dua ini dengan baik.

Okelah saya belum bisa kasih unjuk soal pacar berkualitas ke mama, okelah saya juga belum bisa kasih unjuk karir gemilang saya ke papa, dan buat perempuan (esp. di NKRI tercinta ini) ada sejenis police line terbentang di perbatasan antara kepala dua dan kepala tiga, tapi dari lubuk hati terdalam, dari puncak kesadaran dan alam bawah sadar paling dasar, saya berniat upgrade segala komponen yang saya punya, dan TA-DA! Super computer dengan spek ciamik. Mengutip pembicaraan Mario Teguh: persiapkan diri menjadi lajang yang berkualitas. Aih, biar siap dipetik, ceritanya mas xp. Nah menuju pengejawantahan semua perbaikan ini, semoga semoga semoga oh semoga saya dikaruniai waktu yang cukup oleh Yang Maha Kuasa. Amin ya rabbal alamin!

Apa saya sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan bijaksana? Alhamdulillah, ada sahabat-sahabat dengan jiwa besar yang menyertai saya. Kami saling menertawakan masa lalu, mengutuk luka lama, mengoreksinya, kemudian dengan mata terbuka lebar mendorong satu sama lain untuk bisa melewatinya. Kami memang belum matang, sama-sama tidak sabar, seringkali gelisah dan panik, tapi dengan kehadiran satu sama lain, ombak yang kami buat sendiri berhasil ditenangkan.

© Ryan McArthur

Ini ngomongin apa sih? Cinta? Karir? Masa muda? Ya satu paket lah: kehidupan. Berdasarkan quote Pak Johnson diatas, dan ilustrasi Ryan McArthur, layaknya lingkaran tahun sebuah pohon, selapis demi selapis, berjalan seiring waktu, suka dan duka, jatuh dan bangun, semua pasti berlalu, ada waktunya untuk menanjak, setelah itu pasti waktunya untuk turun, dan setiap hal yang kita lewati menambah satu lapisan baru, menambah lingkaran tahun, menambah kekuatan, sekaligus menambah ketinggian, siap untuk menghadapi deru kencang angin kehidupan selanjutnya.

Tulisan ini saya persembahkan untuk gadis-gadis penuh mimpi: K yang senang menyanyi dan P yang senang menari. Waktu terus berjalan, lebih baik kita lari atau jalan santai ya?

2.2.14

J-illustrator

Saya baru sadar kalau isi bookmark di browser saya banyak yang kadaluarsa. Sambil bersih-bersih, sambil me-review kembali link yang dulu saya suka masih diperlukan atau tidak. Ternyata 90% link yang saya simpan itu isinya website ilustrator dimana 80%-nya berasal dari Jepang.

Hari ini saya perkenalkan lima dari 80% tadi yang masih bertahan di bookmark browser saya sampai saat ini. Saya sertakan link ke website masing-masing, cukup klik di nama mereka. Tolong digarisbawahi, ilustrator yang saya sebutkan disini bukan komikus, mengingat lebih banyak komikus Jepang yang dikenal masyarakat global dibandingkan ilustrator. Mungkin di kesempatan lain akan saya bahas khusus soal komikus favorit saya. Oke, selamat menikmati!

Njelimet (ruwet-red.), penuh detail, dan magis, itu deskripsi yang tepat untuk ilustrasi Junaida. Warna-warna cerah, penuh khayalan, dan bermakna. Beberapa ilustrasi bahkan dibuatnya bersambung sehingga menjadi cerita pendek. Penggemar film imajinatif Studio Ghibli pasti suka karya-karya Junaida.


Ingat novel 'Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela'? Sketsa manis dan menggemaskan di dalamnya buatan Ibu Iwasaki ini. Manis, manis, dan manis. Keceriaan masa kanak-kanak memang menjadi tema besar karyanya. Cocok sekali dengan image yang dibawa Totto-chan di dalam novel, sederhana namun kaya rasa.


Misterius-satu kata untuk mendeskripsikan hampir keseluruhan karya Kumaori. Padahal yang menjadi objeknya adalah hal-hal yang biasa kita temui di sekitar seperti pemandangan dekat rumah, pinggir pantai, suasana ruang kelas, toko buku, atau penyeberangan jalan. Ada kalanya warna dan scene di ilustrasi Kumaori mengingatkan saya pada lukisan Van Gogh.


Hal pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan karya Ito-san adalah ilustrasi hewan yang 'dipakaikan' baju manusia. Keren! Keren! Kereeeen! Hewan-hewan disini tidak terlihat lucu atau imut. Hebatnya mereka terlihat berkelas dan berwibawa. Jadi ingin belajar menggambar hewan :)


Yang saya sukai dari banyaknya ilustrasi Pak Itagaki adalah seri gambar portrait dari cowok-cowok Jepang. Bukan tipikal lukisan yang detail namun cukup menyita perhatian menurut saya. Plus pemakaian warna-warna yang catchy layaknya kiblat fashion anak muda Jepang sekarang yang berani dan cuek. Hati-hati jatuh cinta dengan salah satu karakter yang dia gambar.


* * *

Disamping lima ilustrator tadi sebenarnya masih ada banyak sekali yang menarik untuk dibahas. Kalau ada kesempatan akan saya post di tulisan selanjutnya :) Jangan lupa kunjungi website dari ilustrator diatas untuk cuci mata. じゃね!Sampai jumpa lagi!