Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

4.7.16

Ulang Tahun, Tahun yang Tak Berulang

Cepat ya waktu berlalu. Seketika ganti kalender, seketika tengah tahun, seketika tambah lagi angka usia..
Bahkan seketika-seketika ini berdampak ke Ayah saya yang baru-baru ini lupa putrinya sudah umur berapa :D

Mengamati atau tidak, kita jadi saksi perkembangan yang ada di sekeliling kita. Layaknya kerabat yang kaget melihat keponakan atau anak teman yang pertama bertemu masih susah jalan tiba-tiba bertemu lagi sudah centil, kita lebih (mudah) melihat 'perkembangan' orang lain dibanding diri sendiri. Memberi penilaian terhadap diri sendiri itu sulit. Makanya sering kali kita terkecoh dengan omongan orang lain. Jeleknya kalau lagi sensitif, hilanglah tingkat kepercayaan diri. Saya pun jatuh bangun mengingatkan diri sendiri untuk lebih percaya terhadap diri sendiri. Yang sedang kita perjuangkan, yang sedang kita lawan, hanya kita yang tahu. Betul?

Banyak teman yang perkembangannya bisa saya ambil sebagai contoh. Ada yang membebaskan diri secara spiritual, ada yang mengikat diri tunduk lebih dalam pada apa yang dia percaya, ada yang berlayar jauh berpetualang, ada yang memutuskan mantap berkomitmen maka dia berlabuh. Dari bermacam alur hidup yang sedang mereka jalani, bukankah ini bisa jadi satu bundel materi yang baiknya dimanfaatkan? Gula-gula itu manis, menyenangkan, tapi kurang bermanfaat bagi tubuh. Sayur mayur sebagian tidak ada rasanya, sebagian pahit, namun berguna demi kesehatan. Kenyataannya, sesekali mengunyah gula-gula tidak dilarang. Menambah semangat dan kebahagiaan.

Kalau melihat ke perkembangan diri, mungkin tanpa disadari banyak yang mau tidak mau sudah atau sedang kita ubah. Hmm kalau dulu tidak begitu jadinya sekarang seperti apa ya? Bagaimana hasilnya nanti ya kalau saya mengambil pilihan ini?


Mashumaro Ecchi, karya Ryuuki Ryoh

Pesan yang luar biasa ya! Jangan kaget kalau saya bilang ini diambil dari komik dengan plot cerita yang vulgar. Genre-nya saja matureecchi XD Ini juga tergolong dalam perkembangan diri lho. Boleh baca yang aneh-aneh demi pengetahuan. Haha alasan!

Mari terus belajar! Perbanyak melihat, mendengar, mengamati, (kalau bisa bertanya lebih baik) lalu menyaring, dan jadikan sebagai bekal saat nanti mengalami. Momen ulang tahun akan datang setiap tahunnya, tapi logikanya 'keadaan' kita tidak akan sama seperti tahun sebelumnya. Saya percaya siklus semesta ini berjalan dengan adil. Soal berapa lama kita hidup tidak ada yang tau, tapi keyakinan kita sama kan, kalau makan gula-gula terus bisa bawa penyakit.

20.9.14

The Power of Strangers

Pernah merasa sangat sangat sangat butuh untuk curhat tapi merasa orang-orang terdekat seperti sahabat bukanlah tempat yang tepat? Saat dimana kamu begitu dewasa, bijak, kuat, mampu menguasai diri sehingga segan untuk berkeluh kesah tapi memendamnya hanya akan membuat hari-hari makin kelabu.

Saran dari saya, mungkin kamu butuh 'orang asing' :)

Saat menjalani salah satu fase buruk yang pernah ada (semoga tidak terjadi lagi, amiiin!) entah ya, tidak seperti biasanya, waktu itu sulit sekali untuk menangis. Saya sadar saya kecewa, tenggelam dalam kemurkaan, benci segala sesuatu yang saya miliki juga yang tidak saya miliki, namun saya tidak berhasil untuk mengekspresikan itu semua dengan sewajarnya. Saya berharap dapat berlari ke arah sahabat-sahabat saya, berteriak keras, mungkin menyebut daftar panjang anggota keluarga kerajaan animalia, atau menangis meraung-raung di dalam pelukan mereka. Kenyataannya saya malah tertawa, menertawai fase tidak menyenangkan itu, lalu menghela napas layaknya orangtua mengingat kenakalan masa kecil anaknya yang sudah dewasa.

Sebagai manusia normal, saya butuh kantong muntah untuk rasa mual yang sedang saya tahan ini. Dan saya mendapatkan kantong tersebut di waktu yang tidak terduga. Orang asing itu datang seperti utusan Sang Pencipta untuk menyerahkan 'kantong muntah' tadi. Orang asing itu seorang supir taksi.


Saya tidak nyaman diajak ngobrol oleh orang asing di tempat yang ramai, rasanya bubble space saya terusik. Tapi lain halnya kalau di tempat tersebut hanya ada kami berdua-saya sendirian dan orang asing itu sendirian. Aneh memang, tapi otomatis bubble space saya pecah untuk mempersilakan manusia lain yang sendirian tersebut mendekat :)

Hari itu saya naik taksi menuju bandara, waktu yang cukup panjang untuk bertukar pikiran karena bandara Soetta rasanya seperti ada di ujung pulau Jawa. Diawali dengan obrolan ringan seputar pekerjaan (karena saya naik taksi dari kantor), mau kemana naik pesawat (karena tujuan taksinya ke bandara), sampai masa lalu Jakarta (karena hari itu Jakarta terasa begitu luas dan tidak ada habisnya). Dari topik tersebut, pembicaraannya semakin akrab dan menyentuh area privat :D Pak supir bercerita tentang dirinya, blak-blakan, masa-masa gelap yang pernah dia lalui, masa-masa hidup tak mampu mati pun segan. Melihat orang yang ada di dekat saya dengan anggun meruntuhkan blokade sekelilingnya, saya pun melunak, melakukan hal yang sama, perisai yang saya pegang erat sejak lama saya letakkan di tanah.

Samar-samar saya ingat, pak supir bilang, 'jangan ragu untuk bercerita, toh kita sama-sama tidak kenal, mungkin ini akan jadi pertemuan yang pertama dan terakhir, tidak akan ada yang dirugikan dalam hal berbagi tentang kehidupan'. Benar juga, berpuluh-puluh kali naik taksi, atau mungkin sudah lebih dari seratus kali, belum pernah saya temui supir yang sama. Saya pun berani menceritakan hal buruk yang saya alami. Saya pun berhasil menangis :) Oooh untungnya wajah kami tidak berhadapan jadi saya menangis dengan suka cita.


Dari pak supir, saya dapat banyak hadiah. Segala nasihat, anjuran, semangat, angin segar, semuanya saya syukuri. Turun dari taksi, mata sembab parah tapi hati penuh semangat! Sambil berjalan ke dalam bandara, saya bertanya-tanya, momen yang barusan saya lalui itu terasa seperti mimpi singkat. Apa supir taksi tadi benar-benar 'ada' ya? Semoga pak supir dimanapun dia berada selalu dilancarkan urusannya. Sejak itu, saya senaaaaaang sekali kalau naik taksi yang supirnya 'murah berbagi' :) Seru! Seperti isi buku Taxi Driver Wisdom atau Black Cab Wisdom. Penuh quote yang bisa membuat tersenyum simpul atau manggut manggut sendiri. Bedanya, isi TDW dikumpulkan oleh penumpang atas kata-kata mutiara yang didapatnya dari para filsuf jalanan-supir taksi, sementara isi BCW dikumpulkan oleh seorang supir taksi atas kata-kata mutiara yang dia tanyakan pada penumpang mobilnya.


Oh ya.. Sedikit terbersit dalam pikiran, mungkin ini alasan mengapa ada yang menyukai one night stand. Kamu merasa mendapat hak istimewa untuk tidak harus menjadi diri sendiri. Bebas dari belenggu. Haha!

25.5.14

Manis di Bibir

Pasti reflek melanjutkan judul di atas dengan "..memutar kata", iya kan? Haha baiklah baiklah kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang indahnya berinteraksi.

Hidup sebagai makhluk sosial, tumbuh di kota besar yang padat penduduk, bergelut di bidang jasa dan pelayanan, ketiganya sering membawa saya ke fase terluka karena orang lain, fase sakit hati. Tidak jarang saya menelan ludah dan senyum pahit kalau mendapati kata-kata pedas dari orang lain. Dan karena tahu sudut pandang saya di adegan itu tidaklah enak, saya selalu ingat untuk tidak memposisikan orang lain untuk berdiri di 'sepatu' saya. Walaupun orang itu jelas-jelas salah. Toh saya juga kurang berbakat untuk marah-marah.

We must always speak sweet words with full of praises for others. Mentally we must cultivate compassion and loving kindness to all - Geshe Tenzin Zopa.

Saya pernah naik angkot dimana supirnya punya tata bahasa luar biasa indah. Ketika ada penumpang yang duduk di kursi selebriti (kursi tambahan yang menghadap ke belakang-red.) dia mengingatkan, 'mbak, masuk ke dalam aja, supaya semuanya terlihat lebih indah'. Saya yang duduk di belakang supir otomatis senyum lebar mendengar kalimatnya. Setiap ada penumpang yang turun dan membayar, dia selalu mengucapkan terimakasih. Lalu saat saya hendak turun dari angkot, saya yang plegmatis ini ditanya oleh si supir, 'mau turun sekarang juga disini atau nanti di depan?'. Saya jawab yang mana saja tidak masalah. Supirnya lagi-lagi jadi penyair dadakan, 'yang mana saja yang penting lebih indah ya? oke di depan saja'. Saya tidak bisa menahan tawa detik itu juga. Puji Tuhan!

© junaida

Anda boleh punya strata tinggi dalam pendidikan, Anda boleh punya kekayaan lebih di kehidupan, Anda boleh punya masa depan yang cerah dan menjanjikan, tapi saya rasa manusia seperti supir angkot ini akan dikelilingi lebih banyak cinta kasih dibandingkan dengan manusia yang memiliki aspek lain tadi-setidaknya dalam penilaian saya. Saya lebih memilih berada di dekat orang 'bawah' yang penuh kelembutan dibanding orang 'atas' yang penuh kemakmuran namun arogan.

Too often we are underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around - Leo Buscaglia.

Setuju sangat! Saya pernah naik MRT di jam berangkat kerja yang mana selama perjalanan semakin penuh sesak. Posisi berdiri saya awalnya memang kurang bagus karena bawa tas besar. Dan posisi itu semakin lama semakin tidak karuan karena saya tidak sempat memperbaikinya. Setiap pemberhentian saya oleng terus. Sampai akhirnya ada seorang Ibu yang menawarkan untuk berpegangan ke dia. 'It's fine, just hold on tight', katanya sambil mengulurkan lengannya. Seperti adegan gentleman menawarkan lengannya untuk diapit seorang lady. Sepanjang perjalanan, saya pun kikuk berpegangan di lengan Ibu tadi.

© junaida

Kalau sudah mengalami kejadian seperti ini hati saya langsung sibuk berdoa. Semoga, semoga, semoga, orang-orang ini selalu dalam lindungan Tuhan :) Amiin. Saya yakin, keseharian kita yang sering berpapasan dengan orang asing ini membuat kita bersinggungan dengan mereka. Interaksi yang dihasilkan bisa positif bisa juga tidak. Ini pilihan. Saya berharap setiap orang yang saya temui tidak ada yang ngedumel gara-gara saya :p Mohon saling mengingatkan, tentunya mengingatkan dengan tutur kata yang manis.

27.4.14

Sontekan

Sedikit banyak jadi sebal kalau dapat kerjaan tambahan secara mendadak yang statusnya mendadak pula harus diselesaikan. Otomatis semua yang sudah mengantri di meja 'menepi' demi menuntaskan si dadakan itu. Tapi, tapi, tapi, tapi, kemampuan seseorang yang sesungguhnya justru akan terlihat disaat sedang menghadapi yang namanya cobaan. Sombongnya, padahal cobaannya kelas ecek ecek xp

Jadi di suatu pagi yang tenang, tiba-tiba ada pesan masuk dari ibu bos. 'Besok kita mulai sale dan pameran (Inacraft), buatkan announcement utk di socmed kita ya. Hari ini harus segera di-publish. Saya otw kantor.' APAAA~ Itu jeritan semu di dalam hati kok. Saya yang asli malah diam bengong di depan komputer. Bos saya orangnya eklektik. Seleranya juga. Jadi sering sulit ditebak. Lalu untuk tugas seperti ini saya malas mengeluarkan tenaga dan waktu lebih karena saya tahu ini hanya akan 'dipakai sebentar' sementara pekerjaan saya yang lainnya dengan tidak sabar menunggu untuk dibereskan.

Kalau begini carannya saya buat yang mudah saja dan sebelumnya harus cari inspirasi di google. Layaknya bertemu jodoh dengan cara tak terduga, saya menemukan gambar ini dari di halaman pertama pencarian gambar. O H - O H - A K U - J A T U H - C I N T A !

Sale announcement milik Tomato online Store

Ya sudah, langsung saya simpan gambar itu sebagai sontekan (lebih sering kita dengar dengan sebutan contekan). Saat menyiapkan bahan tulisan untuk isi announcement-nya, datanglah si bos dengan sapaannya, 'gimana? Aku punya ide nih'. Serta merta dia mengeluarkan image-image yang sepertinya dia kumpulkan di perjalanan menuju kantor tadi. Satu kata terlintas sewaktu dia menjelaskan desain yang diinginkan: repot! Terbayang banyaknya komponen yang harus saya buat karena tidak ada di library komputer saya dan betapa buang-buang waktunya karena hanya untuk benda yang sekali pakai! Uwoooh!

Selesai bos bicara panjang lebar, saya tunjukkan 'jodoh' yang saya temukan tadi dengan ide-ide tambahan yang saya punya agar bisa pas dengan tema sale dan pameran yang akan dilaksanakan. Dan seketika juga dia bilang, 'Oh it's nice. Ya sudah ini saja. Nanti langsung kamu kasih ke Rahma (bagian sales marketing) untuk di-publish.' (Sekali lagi) APAAA~ SECEPAT ITU BERUBAH!

Oke baiklah. Saya ucapkan terimakasih kepada google dot com yang telah mempertemukan saya dengan sang sontekan. Lalu kepada Tomato online store yang menjadi bahan sontekan saya. Juga kepada jaringan internet kantor yang mood-nya lagi bagus. Kalian bertiga telah menjadi penyelamat pagi hari saya! Dan ini dia hasilnya, lumayan kan untuk pekerjaan di bawah satu jam ;)



Kantor saya tahun ini sedang fokus di produksi bermacam motif kain. Kainnya itu akan diolah menjadi pillow case, duvet cover, atau home accessories sejenisnya. Nah, dari image motif-motif kain yang saya punya tinggal saya ambil sedikit bagian, jadikan hitam putih, padukan dengan warna orange (warna logo kantor) dan JADILAH! Kemudian untuk announcement Inacraft, karena bos minta untuk dibuat terpisah dan lebih sederhana ya begini saja. Masih saudara dekat dengan kakaknya diatas kan :)


Dengan selesainya huru-hara itu, tenang kembali pagi hari saya. Sontekan (sekalian mengingatkan kepada semua insan bahwa ini adalah kata yang benar menurut KBBI dan EYD, dari kata dasar sontek, bukan contek) memang selalu menjadi penyelamat. Baik dalam artian yang positif seperti kejadian saya ini, maupun negatif seperti saat ujian dulu waktu sekolah. Semoga niat baik saya dalam menyontek ini diterima oleh Tuhan dan alam semesta. Amin!

2.2.14

Jodoh Pasti Bertemu

Licin, gaya, dan terlihat gentleman, begitulah Afgan yang saya yakin jadi dambaan tiap Ibu untuk jadi menantunya. Tapi saya tidak tertarik sama sekali untuk mengeksplorasi dia lebih jauh haha bukan selera saya soalnya.. Saya hanya pinjam judul salah satu lagunya sebagai tema tulisan saya kali ini.

Saya ingat betul ada seorang teman yang pernah bilang pada saya 'jodoh itu pertemuan' dan itu jauuuh sebelum Afgan mengeluarkan single-nya yang nge-hits itu XD. Saya mengartikannya begini. Yang menjadi jodoh di kehidupan kita ini merupakan hasil dari pertemuan. Bagaimanapun itu bentuk pertemuannya. Jadi saya pribadi lebih suka beranggapan bahwa jodoh tidak melulu soal pasangan hidup, kekasih, atau cinta-cintaan. Dan setiap pertemuan dengan jodoh itu membuka kesempatan. Kesempatan dimana kita sadar tidak sadar akan menjalani pilihan untuk merubah bentuk kesempatan tadi menjadi 'ikatan yang lebih erat' atau 'perpisahan'.

Contohnya, di Sabtu siang kita asyik baca koran lalu melihat lowongan pekerjaan yang terlihat seru. Kamu coba apply dan ternyata berbuah manis panggilan interview. Nah itu dia polanya: bertemu lalu ada kesempatan. Setelah itu kita akan berada di titik 'pilihan' seperti yang sudah saya tulis beberapa baris diatas. Ikatan yang lebih erat atau perpisahan. Tidak selalu kita yang menjatuhkan pilihan lho. Disini Tuhan turun tangan lewat aksi di sekitar kita. Di contoh yang saya ambil tadi misalkan situasinya kita gagal mendapatkan pekerjaan tsb. Disini Tuhan seakan-akan mencoba menyampaikan kebijakan-Nya lewat pihak HRD perusahaan tadi, 'ini bukan jodoh kamu, sayang'. Kalau kita berpikir begitu, segalanya terasa lebih ringan bukan? Lalu saya ingin sekali memberi tambahan di judul single Afgan tadi,

Jodoh pasti bertemu, tapi bertemu belum tentu jodoh.

© Kumaori Jun

Di balik jodoh atau tidaknya kita dengan apapun itu, ada juga hadiah luar biasa dari Tuhan yang tidak semua orang mendapatkannya. Kita sering menyebutnya 'kesempatan kedua'. Saya sempat berhenti mengetik dan senyum-senyum sendiri, karena bagian ini yang belakangan membuat saya merasakan haru biru. Jodoh gak kemana, cyin!

Sebagai kaum hawa yang senang memperbarui isi lemarinya, pasti otomatis senang berbelanja dong. Gawatnya saya ini tipe yang lebih senang memperbarui lemari buku daripada lemari baju. Jadi kalau melihat sepatu atau baju bagus saya selalu pikir berkali-kali dulu baru memutuskan untuk memboyong pulang. Jeleknya, saya sering kehilangan kesempatan untuk memiliki benda yang saya taksir. Di rumah pun jadi kepikiran, menyesal sangat-sangat kenapa dulu tidak langsung ambil. Padahal kalau bertemu buku bagus, rolling eyes sebentar sok-sok mikir tapi akhirnya beli juga di detik itu.

Belakangan ini saya baru sadari saya banyak mendapat kesempatan kedua :) Sepatu hak tinggi yang menghantui saya setiap malam, beberapa bulan setelah penyesalan tsb, berhasil saya dapatkan dalam keadaan diskon 50%+20% di sebuah mall yang tak sengaja saya datangi. Padahal sepatu itu sudah hilang ditelan bumi. Kalung dengan bandul dari bahan resin transparan berisi kelopak bunga yang dikeringkan juga sama. Kami bertemu kembali setelah ganti tahun! Ingin teriak rasanya pas melihat benda itu ada di dalam genggaman. Dress warna favorit yang nyaris nekat saya beli dengan ukuran lebih besar karena ukuran badan saya sudah tidak ada, saya dapatkan dari tempat lain, malah dihadiahkan oleh pacar waktu itu. Yeay!

Mungkin kalau mau coba ingat-ingat ada banyak benda yang bisa saya labeli 'jodoh'. Seandainya tidak ada kesempatan kedua pun, saya yakin pertemuan yang baru nanti tidak kalah berharganya. Kejutan-kejutan di setiap pertemuan dan perjalanan dalam menemukan jodoh itu akan selalu seru. Jodoh itu spesial. Jodoh itu unik. Ada bumbu drama sah-sah saja kan?

1.1.14

2014

Upaya untuk mewujudkan perbaikan diri yang sejati adalah suatu kerja keras yang sangat mulia, manusia tidak boleh berputus ada dari kelemahan masa lalu atau manusiawinya, kemaren bukanlah sekarang dan sekarang bukanlah masa depan, bahkan sedetik yang lalu bukanlah sekarang, hikmah di balik itu semua adalah bahwa manusia harus senantiasa optimis memperjuangkan detik2 ke depan dalam hidupnya dg semangat baru - Ismail Busrita.

Quote di atas saya dapatkan dari sahabat saya Z saat kami kelas 2 SMA, dari catatan kecil ayahnya (alm.) Ismail Busrita itu sendiri. Mendadak tadi saya ngubek-ngubek boks berisi catatan2 zaman sekolah (tiba-tiba merasa harus segera ditulis di sini saat ini juga). Ternyata saya masih menyimpan dengan baik notes kecil yang dulu saya pakai untuk mencatat tugas sekolah dimana di salah satu halamannya itulah ada salinan quote tersebut.

Ada nilai tersendiri ya menemukan 'kepingan semangat' berupa kata-kata dari orang terkasih yang pergi lebih awal. Kata-kata akan abadi tersemat. Saya yang belum pernah bertemu beliau pun merasakan haru setiap mengingat kata-kata di atas, yang akhirnya membawa saya ke titik 'baiklah, besok harus lebih baik lagi!'

Jai guru deva~ Om.
Across The Universe versi malaikat rasa-rasanya!

Selamat datang nominal baru! Selamat memulai 2014! Semoga kedamaian selalu mewarnai hati kita semua (amin). Lagu Across The Universe ini saya persembahkan untuk semua orang yang mendoakan kebaikan untuk orang lain. Saya berdoa agar pesan cinta dari lagu ini bisa menular dan mewabah! 'Limitless undying love which shines around me like a million suns, it calls me on and on across the universe', begitu pula kutipan penyemangat dari ayahnya Z, ruang hidup saya ikut dihujani cahaya :)

20.12.13

O_O

Sejak kuliah, saya sadar hobi saya bertambah satu: mengamati orang! Dan sekarang ini, sejak saya sering kesana kemari keluyuran sendirian, hobi itu mulai bermutasi menjadi kebiasaan. Apalagi saya bukan orang yang suka terpaku menatap layar ponsel saat tidak ada teman, juga bukan tipikal pribadi supel yang senang membuka pembicaraan dengan orang asing. Saya lebih memilih melempar pandangan jauh-jauh seperti mercusuar. Sesekali diselingi imajinasi 'seandainya bla bla bla, bisa jadi bla bla bla ya...' Jadi jangan heran kalau melihat saya (asyik) senyum-senyum sendiri.

Knowing other is wisdom, knowing yourself is enlightenment - Lao Tzu.

Bukan, bukan. Saya tidak bermaksud mau tahu urusan orang lain, yang saya nikmati itu adalah betapa indahnya melihat 'cerita' dari tiap sosok yang ada. Teman, atasan, penumpang satu gerbong, supir taksi, wanita dengan hi-heels 12cm, customer service di bank, penjual bakso, mas-mas bercelana pensil, pelayan cafe, security shift malam sebuah mall, atau gerombolan pelajar yang asyik merokok di pinggir jalan besar. Semakin lama rentang waktu yang ada, semakin asyik observasi untuk objek tsb, namun harus waspada, jangan sampai ditatap balik alias ketahuan.

'Cerita' apa sih yang bisa dilihat? Cara mereka berbicara, gerak dan postur tubuh, selera pribadi, kebiasaan yang tidak biasa, kadang ada juga emosi tersembunyi. Dari 'cuci mata' ini ada kalanya saya manggut-manggut belajar menerima sesuatu yang baru, ada kalanya pula takjub sekaligus geli sendiri. Oh ya.. Ibu saya juga hobi mengamati seperti saya! Kami berdua kalau jalan bareng, agenda acaranya antara lihat-lihat barang dan lihat-lihat orang xp

Manusia dengan paket 'kemasan' serta 'isi'nya yang menarik.

Lain lagi dengan pengamatan terhadap orang yang memang sedang ada urusan dengan kita. Bukan orang yang sekali lewat, contohnya sahabat, rekan kerja. Mereka akan memberikan pengalaman tersendiri. Pengalaman menyenangkan rasanya mudah menguap begitu saja ya, kurang meninggalkan kesan mendalam. Sementara pengalaman buruk seringnya memang bikin kita gelisah, bisa berhari-hari bahkan akan terus ada seperti alarm yang berkali-kali kamu pikir sudah dimatikan ternyata statusnya snooze, tapi justru dari 'kesan mendalam' berurusan dengan oknum tsb, saya (atau kita) lebih bisa dapat 'ilmu'.

Seperti apa kita harus bertindak dengan tipe orang A, respon apa yang ingin didengar tipe B, bagaimana sebaiknya berurusan dengan tipe C, betapa tidak disukainya tipe D, begitu seterusnya. Belajar, dicoba, salah, belajar, coba lagi, mungkin salah lagi, belajar lagi, coba lagi, mungkin masih ada kesalahan tapi keadaan sudah jauh lebih baik pastinya :)

Di samping manusia, ada juga hal-hal lain yang menarik untuk diamati. Selain sebagai angin segar untuk keseharian, baik juga untuk selingan pola pikir, contohnya mengenal kepercayaan lain diluar agama yang kita anut. Tidak ada tujuan negatif terhadap ajaran manapun, hanya untuk memperkaya nilai pribadi saja. Mungkin karena saya sedang haus-hausnya belajar ya. Tentunya bukan sesuatu yang akademis seperti kata Natalie Portman. "I don't love studying. I hate studying. I like learning. Learning is beautiful." Agreed!

8.12.13

L I F E !

Weekend ini diawali dengan kencan bersama Z, seorang sahabat dari masa SMA lalu diakhiri dengan email panjang dari K, sahabat di masa kuliah. Keduanya berhasil membawa saya pada kesimpulan manis soal aspek cita dan cinta di kehidupan.

Ada satu episode Doraemon dimana Nobita ingin jadi seseorang yang 'lebih'. Kita semua tahu, Nobita tidak kuat, tidak pintar, juga tidak tampan. Doraemon pun mengeluarkan satu alatnya yang (seingat saya) memiliki tiga tuas dengan petunjuk angka disampingnya. Di masing-masing tuas diberi label (A) Kekuatan, (B) Kecerdasan, dan (C) Ketampanan. Nobita senang dong pastinya, karena hanya dengan menaikkan tuas, bimsalabim abrakadabra dia berubah! Ini episode favorit saya di Doraemon. Saya sudah coba browsing tapi belum ketemu juga videonya. Mungkin lain waktu akan saya tambahkan jika sudah ketemu. Nah, dari kepingan-kepingan ingatan yang ada saya coba bagi disini, semoga tidak meleset jauh haha..

Jadi, alat yang Doraemon pinjamkan itu, mengingatkan saya pada Tuhan dan sistem ciptaan-Nya bernama Kehidupan dengan cara kerjanya yang Maha Adil. Ketika Nobita ingin lebih kuat dari Giant, dia menarik tuas (A) sampai ke angka tertinggi. Dia sadari atau tidak, tuas (B) dan (C) otomatis turun ke angka terendah. Nobita menjadi yang paling kuat, namun dia (semakin) bodoh dan wajahnya (semakin) tidak menarik. Kenapa saya sematkan kata 'semakin'? Karena keadaannya lebih buruk dari Nobita semula. Begitu pula saat dia ingin lebih pintar dari Dekisugi dan menaikkan tuas (B) sampai angka teratas. Tuas-tuas lainnya pun bergerak menuju angka 0. Dia jenius, tapi (semakin) lemah dan (semakin) buruk penampilannya.

Nobita ganteng! Puncak kelucuan di episode yg saya bahas ini.

Ketiga tuas itu pada awalnya berada di tengah-tengah meteran angka, menunjuk ke angka yang sama, persentase yang sama. Seakan-akan menyatakan bahwa, Nobita, kamu bukan yang terkuat tapi kamu memiliki kekuatan, kamu bukan seseorang yang jenius tapi kamu memiliki kecerdasan, dan kamu bukan yang paling tampan tapi kamu tidak buruk :)

Di kehidupan kita, sepertinya ada banyak sekali tuas ya, jauh lebih kompleks dari alat Doraemon dengan tiga tuasnya itu. Kita diberi 'modal' yang sama besar untuk hidup di dunia ini. Modal itu berwujud zat yang beragam, beda manusia beda takaran, itulah yang membuat kita jadi manusia dengan komposisi sifat yang berbeda-beda. Tuas kita semua sama namun angka yang ditunjuk di meterannya berbeda-beda. 


Yang jadi perhatian saya adalah adanya manusia yang ngotot berhasil a.k.a sukses di semua aspek. Sukses itu relatif, layaknya selera pribadi, namun seringnya sukses itu baru terasa ketika ada orang lain yang mengakui kalau kita sukses, jadi suksesnya dinilai dari sesuatu yang kasat mata, yang berwujud, sehingga bisa dan pantas dibanggakan.

Kembali lagi ke banyak tuas yang ada di super machine ciptaan Tuhan. Ada tuas seperti kekayaan, kesehatan, ketenaran, wibawa, ada juga tuas untuk keteguhan, loyalitas, kesabaran, dan atau cinta. Dua kali dalam sehari mendengarkan curhatan soal cita dan cinta, ditambah bergelut dengan keresahan diri sendiri, saya sadari manusia tenggelam di kehidupan yang lebih menuntut kita pada penampilan. Ingin terlihat sukses. Ingin + terlihat + sukses. Maka penilaian kesuksesan itu sendiri pun berputar di sekitar tuas yang itu-itu saja. Kemampuan yang sesungguhnya di-nomor-sekian-kan, nila-nilai yang seharusnya dihargai pun meluntur.

Kedua teman saya tadi sedang mengalami ujian mengenai bab: nilai-nilai yang terlupakan. Semoga mereka berhasil melaluinya. Saya cuma bisa sampaikan ini pada mereka, Tuhan gak pernah memaksa kita untuk sukses lho. Beliau hanya mengamati kita, menjaga kita lewat super machine tsb, agar menjalani hidup dengan baik. Gak akan ada yang luput dan terlewatkan dari-Nya karena kehidupan kita (akan dan sudah) berjalan dengan cara yang adil. Tuas-tuas tersebut selalu bergerak otomatis, menyesuaikan jika ada tuas yang ditarik lebih tinggi atau berdiri sejajar jika memang semua tuas dibiarkan sama tinggi :)

18.11.13

Lari Bareng Yuk!

Maybe some women aren't meant to be tamed. Maybe they need to run free until they find someone just as wild to run with - Carrie Bradshaw.

Otomatis dada membuncah mencerna quote tadi. Saya yakin para wanita dengan kepala penuh mimpi manggut-manggut penuh semangat, seperti saya, sambil membayangkan 'seseorang' yang bisa diajak 'lari bareng' itu. Lalu saya teringat seorang kenalan, perempuan, yang hobi menyelam, naik (turun) gunung, masuk ke pedalaman, rela kulit terbakar, pergi jauh untuk icip-icip daerah yang 'gosipnya' eksotis. Apa kabarnya dia sekarang? Terakhir yang saya tau, dia ada di ujung timur Indonesia dan tidak sendiri. Dari 'sisi liar'-nya itu dia bertemu seorang laki-laki dengan langkah yang sama. Sama liar, sama lincah, sama haus kebebasan. Tentunya sebelum bertemu laki-laki itu, saya dengar ada banyak yang mencoba untuk jalan bareng. Ohoho sayangnya gadis itu maunya lari. Lari. La-ri. Bukan jalan.

© Chihiro Iwasaki (salah satu ilustrator favorit)

Ya, soal 'lari bareng' kembali lagi ke masing-masing pihak, mau atau tidak menyamakan langkah? Ngotot bisa terus lari yang pada akhirnya kewalahan 'terseret' kecepatan rekan? Atau siap berbesar hati mengalah memperlambat langkah tapi sensasi kebebasan berlari jadi berkurang? Pada akhirnya acara 'lari bareng' ada kemungkinan disudahi karena langkah berdua semakin lama semakin gak karuan. Mereka yang konsisten masih terus lanjut sementara yang lemah hati sibuk mengepak isi tas lalu angkat kaki ke tujuan masing-masing.

Oh ya, menggarisbawahi kalimat pertama quote diatas. Maybe some women aren't meant to be tamed. Ya ya ya.. Para puan gak sebuas itu kok sampai harus 'dijinakkan' dan para tuan diluar sana juga gak perlu banting tulang banting harga diri untuk menaklukkan 'incaran'. Seorang teman masa kecil saya ada di suatu pelosok negeri ini sedang mengabdikan dirinya menjadi tenaga pengajar. Di sela-sela kelajangannya dia pernah bilang soal tipe laki-laki yang didambakan, "Aku mau cowok yang bisa diajak susah." Ini petunjuk yang sangat jelas! Ingin 'lari bareng' gadis ini? Kalau siap susah, silakan aja. Kalau tidak, kenapa harus ngotot? Masih mau ngotot, coba balik lagi ke pernyataan 'kalau siap susah..'.

Hubungan antar manusia itu lucu. Kejadiannya begitu-begitu aja, dengan teori dan simpulan yang begitu-begitu aja (termasuk tulisan saya ini yang seperti lari di tempat xp). Semua orang, yang saya yakin, paham betul ketika tau ada persoalan A di depan mata, lanjutannya pasti B, lalu berlanjut ke C dan ujung-ujungnya Z. Namun soal mengalaminya sendiri, seringnya hilang ingatan. Lupa. Amnesia. Konyol memang, tapi kelihatannya kita semua senang sekali masuk ke lubang yang sama, kena jebakan yang sama, dan saya termasuk.

Saya sendiri dalam masa 'lari-lari' ini sudah beberapa kali kembali ke titik yang sama, kembali kena jebakan. Ahaha.. Sakit? Sudah pasti! Nangis? Gak cuma sekali. Tapi melempar pandangan jauh ke depan sana, ada rasa gak sabar yang begitu besar supaya bisa seperti teman-teman lain yang sudah berhasil menyamakan langkah. Ya, 'lari bareng' :)

27.8.13

Awe-gust!

Bulan Agustus ini sedang banyak diisi oleh harap-harap cemas dan kawan-kawannya. To-do-list yang padat pada akhirnya semua mentok di perempat awal perjalanan, deadline ini itu menghimpit karena didesak (kewajiban) libur lebaran, jerawat layaknya mantan kekasih yang pergi dengan meninggalkan bekas dimana-mana (ups!), pulang kampung disambut bisikan-bisikan leluhur soal masa depan, gegap gempita perayaan HUT Indonesia raya yang semakin kesini semakin terasa hambar.

Ya inilah bulan Agustus yang bikin terperangah. Awe-gust!

Di minggu pertama sudah harus salto, jungkir balik, tiger sprong, roundhouse kick, demi meminimalisasi jumlah PR kantor pasca lebaran. Di minggu kedua dilanda wabah malas keluar rumah karena transisi capek kerja dan euforia libur kemudian berangkat mudik naik mobil makin akut-lah penyakit malas bergerak. Di minggu ketiga raga terasa hanya setengahnya yang terisi ruh karena tepat pagi hari sampai di rumah dari mudik, pagi itu juga langsung berangkat ke kantor. "Welcome back, my dear", kata monitor di meja saya mencemooh hari itu. Lalu di minggu penutup ini mendadak wabah malas hadir lagi karena gajian lebih awal, bos keluar negeri selama satu bulan kedepan, sementara ombak kerjaan (alhamdulillah) sedang tenang. Seperti hari ini, saya (izin) menulis di sela-sela jam kerja.

Ya seperti kata orang bijak, hidup itu perihal pasang surut. Saya bersyukur sekali bisa menjalani pasang surut semuanya ini dengan kewarasan walau hanya kulit luar. Kenyataannya, kita butuh sedikit kegilaan untuk tetap bertahan hidup di dunia.

halaman pertama jurnal saya.
seperti mengajak untuk bermalas-malasan ya?

Ah di perjalanan pulang ke rumah dari mudik, ada satu momen yang ingin saya rasakan lebih lama. Waktu itu setelah berjam-jam badan ditekuk di dalam mobil, luar biasa jenuh, saya mampir beli wedang jahe di sebuah jalan besar di Solo. Anginnya kencang dan dingiiiiiin, padahal musim panas. Wedang jahe hari itu laksana air suci yang dinantikan sekian lama. Tempat jualannya hanya warung tenda temporer yang biasa beroperasi setelah matahari terbenam. Satu gelas besar cukup 2500 rupiah saja. Manis dan hangat. Rasanya semakin manis kalau ingat tawa renyah mas yang melayani sambil menerjemahkan kembali kata-katanya sendiri dalam bahasa Indonesia setelah tahu saya tidak paham bahasa Jawa. Kalau kata John Denver di Annie's Song, "you fill up my senses, come fill me again". Oke oke, lagu itu saya dedikasikan untuk mas warung yang sama manisnya dengan wedang jualannya.

Hal-hal sederhana seperti tawa seseorang atau sajian manis bisa menarik kembali kewarasan kita dari tekanan keseharian yang super ruwet. Saya rasa tidak ada salahnya mengikuti pasang surut yang ada dengan menjadi sedikit gila, tapi coba untuk sepenuh hati tetap bersentuhan melalui indera yang kita punya agar bisa kembali tenang. Mari kita nikmati ayunan ombak dunia dan selamat menyambut September!

2.7.13

Jigsaw Puzzle

Coba kita perhatikan. Di setiap ruang lingkup, entah itu grup hura-hura, geng gosip, kelompok ilmiah, brotherhood, tim hore, atau komunitas pecinta sesuatu, orang-orang yang ada didalamnya itu seperti kepingan puzzle. Menonjol di satu sisi, berlubang di sisi yang lain. Satu keping yang (seolah) ditakdirkan cocok bersebelahan dengan keping lain, namun tidak cocok berada di sisi keping yang lain (lagi). Ber-terimakasih-lah pada sistem tongue & groove yang kita 'miliki' itu. Sebuah puzzle utuh bisa diwujudkan di akhir cerita :)

No friendship is an accident - O. Henry.

Di ruang yang besar ini, sudah pasti ada orang yang kalian rasakan membawa kenyamanan lebih dibanding lainnya. Tepat sama persis layaknya kepingan puzzle. 'Kekurangan' yang ada di diri kalian itu bisa ditutupi oleh 'kelebihan' yang dimiliki orang tersebut. Begitu juga sebaliknya. Ketika dua keping disandingkan, bentuknya cocok, yey jadilah! Lalu untuk orang-orang lain yang dirasa kurang cocok, kadang beda pendapat, atau malah jelas-jelas berseberangan sampai bikin sakit hati, saya sendiri sering kepikiran soal mereka itu, tapi kita gak bisa main usir, bilang gak butuh, atau menganggap gak ada. Semua puzzle yang ada harus lengkap supaya gambar akhir puzzle-nya kelihatan. Kepingan yang tidak pas itu punya posisi sendiri di samping 'kerabat'nya. Dan berkat t&g kerabat tersebut yang terus teruntai ke kepingan yang lain lagi, pada akhirnya bisa sampai ke kepingan diri kita berada. Lengkaplah puzzlenya!

Salah satu foto favorit saya di era kuliah oleh Ms. Anastasia Widyaningsih!

Saya punya beberapa teman senasib sepenanggungan yang buat saya ngerasa super nyaman. Kalau ada acara reuni atau semacamnya pasti otomatis nyari orang-orang tsb. 'Si A, mana ya?'; 'Si B datang gak?'; 'Si C kok belum sampai juga?'. Walaupun gak berangkat bareng dan gak janjian, tapi gerak mata, hati, pikiran, tertuju mencari mereka. Berharap di kerumunan orang-orang tsb, kita berhasil menemukan 'tempat' biasa kita bernaung. Kita semua pasti begitu ya. Seindividual apapun karakter seseorang, kepingan puzzle terdekat itu seperti wujud takdir Tuhan. Bentuk yang ada cocok. Lokasi kita berada dekat. T&G!

Saya bersyukur dapat 'musibah' jadi single di tahun kemarin. Ada orang-orang yang ternyata tidak bergeser sedikitpun dari posisinya sejak awal dan t&g yang ada diantara kami terasa semakin kuat -padahal saya pernah 'meninggalkan' mereka tidak sebentar. Saya juga berhasil menemukan tempat lain di antara kepingan-kepingan puzzle yang baru. Sebuah perjalanan menuju takdir yang luar biasa.

ps: suka banget sama istilah tongue & groove sejak dengerin presentasi seorang marketing produk sebuah parquet ternama. Joint system yang lain ada banyak sih, tapi t&g ini paling seru diucapin apalagi pakai intonasi yang naik di bagian akhir hihi..

1.7.13

Hai Julai!

Awal juli 2013 jadi pertanda kalau sebentar lagi satu tahun akan lewat dari seperempat abad (waktu saya).
Rencananya ya beres-beres ini itu. Karena ga ada uang untuk renovasi rumah -ya ampun, rumah juga masih punya orangtua! - jadi bebersih saya mulai dari lingkup terkecil yakni blog. Saya kurang suka event beberes awal tahun soalnya gegap gempita tahun baru itu milik bersama. Mau yang sedikit lebih eksklusif dan spesial ya momen tambah usia. Lagipula di tahun lalu, beberapa hari setelah perayaan seperempat abad itu ada tragedi yang cukup bikin mati suri selama 2012. Rasanya ini memang waktu yang paling pas untuk urusan 'membuka lembaran baru'.

Oh ya, mengutip dari novel favorit yang satu bulan terakhir ini kembali saya buka-buka lembarannya, sampai ujung-ujungnya jadi lecek.. Nasihat yang tepat untuk saya pribadi :)

Segala sesuatu tentu akan berulang dan mungkin penderitaan yang sama seperti sekarang akan datang lagi, tapi jika bersikap tabah, penderitaan itu bisa ditangani. Begitulah mekanismenya. Mungkin kita akan enggan menghadapi masalah, tapi kalau menerima masalah sebagai bagian dari hidup, penderitaan tidak lagi terasa sakit kan? - Urara, Kitchen.
Suatu sore di ruang kerja

Novel Kitchen karya Banana Yoshimoto ini salah satu novel dengan cerita sederhana yang buat saya jatuh cinta. Rasanya seperti minum teh sambil menikmati sinar matahari sore yang masuk lewat celah-celah kerai. Apalagi setelah hujan turun. Ringan, menenangkan, dengan sedikit cita rasa melankolis.

Balik ke soal beberes, ada sedikit penyesalan karena semua post lama yang ada di blog ini saya hapus, ditambah seorang sahabat sempat bilang, 'Kenapa dihapus? Itu kan bagian dari diri kamu.' Hmm.. mungkin waktu itu saya masih belum setabah sekarang jadi main hapus layaknya orang naik pitam main lempar semua benda yang masuk dalam orbit jangkauan tangannya. Hebatnya (berkat bantuan teknologi yang sering bikin saya alergi) semua tulisan yang sudah terhapus itu ada back up-an-nya. Nanti sesekali akan saya post sebagai selingan dari masa lalu. Muahaha..

Oke, semuanya, selamat menyambut juli yang cerah! Semoga bunga-bunga yang mulai bermekaran di bulan (yang boleh jadi) milik saya ini tumbuh juga di sekitar kalian!