25.5.14

Unmistaken Child - Movie

Film dokumenter yang pernah saya lihat rasanya bisa dihitung dengan jari, sebelah tangan cukup. Mungkin penyebabnya karena film dokumenter punya kecenderungan seperti acara berita di televisi: naratif dan membosankan. Namun di hari Minggu yang cerah ini saya menghabiskan tidak sampai dua jam saya setelah makan siang dengan Unmistaken Child. Saya sama sekali tidak merasa film ini bergenre dokumenter. Sama sekali tidak :) Garis besar film ini sudah dijelaskan gamblang dari tagline posternya. A Tibetan monk's search for the reincarnation of his beloved teacher.

"Quite fatty fatty and quite small",
kalimat favorit saya ada di menit 11:14 film

Saya sangat menikmati film ini, rasanya seperti menonton perjalanan emosi seorang bhikku (biksu) sepanjang film. Rasa kehilangan, kesepian, keraguan, keputusasaan, semua dilewati demi dedikasi atas sebuah harapan. Lalu kedekatan emosional antara manusia, antara yang pergi dan yang ditinggalkan, antara yang mencari dan yang ditemukan. Bukan sekedar percintaan remeh yang biasa saya nikmati di film manapun (termasuk kehidupan sehari-hari). Semoga bukan karena saya yang terlampau sensitif soal beginian haha!

♥ ♥ 

Film ini evokatif, penuh 'kebetulan' yang indah, terlepas dari percaya atau tidak kita kepada sebuah siklus hidup bernama reinkarnasi. Tapi saya yakin, setelah menonton film ini kita semua akan terlarut dalam sisi magis yang ada. Kita semua akan dibuat berpikir kembali soal segala 'pertanda' yang membawa manusia pada jawaban besar. Apalagi ini sebuah film dokumenter, sutradaranya pasti juga was-was, ending seperti apa yang akan dia dapatkan.

Dulu & sekarang, aktor utama menggemuk (faktor umur ya, Oom?) dan si kecil mulai besar.
Photo courtesy of The Geshe Tenzin Zopa

Kemudian nilai plus lainnya, sajian pemandangan pedesaan yang 'oooooh~' ingin rasanya terhempas kesana. Saya penggemar berat countryside dan sejak kecil bercita-cita punya rumah di daerah pedesaan. Tenang, sederhana, dan membuat setiap yang tinggal disana merasa akrab.

Oh ya, kalau melihat trailer-nya, banyak adegan 'pencarian' di trailer tidak ada di full movie. Mungkin ini kebijakan dari sutradara agar yang menonton tidak bosan, khususnya spesies seperti saya yang mengantuk kalau menonton film dokumenter. Ohoho jelas, perjalanan sang bhikku yang direkam sekitar 4 tahun lamanya XD

No comments: